Notice: Undefined offset: 1 in /home/pdih/public_html/templates/pdih1/library/Artx/Content/SingleArticle.php on line 95

Bukan Kampus Mahasiswa ”Kupu-Kupu”

Sejumlah mahasiswa memanfaatkan perpustakaan untuk memperkaya literasi ilmiahnya.(SM/Zulkifli Z Fahmi)

 

 

 

 PERKEMBANGAN zaman membuat budaya sebagian mahasiswa berubah. Dulu, mereka begitu senang memperkaya literasi keilmuan dengan membaca buku. Kemajuan teknologi informasi belum secanggih sekarang.

Dengan kemajuan teknologi pada saat ini, semestinya para mahasiswa mendapatkan banyak kemudahan. Namun, tak semua terwujud. Banyak yang hanya kuliah, lalu pulang atau biasa disebut ”kupu-kupu”, dari akronim kuliah pulang kuliah pulang.

Kampus Untag Semarang mencoba hal itu,yakni menyeimbangkan kemampuan akademis dan nonakademis para mahasiswanya.

Hal itu sangat penting dalam memasuki dunia pendidikan tinggi. Dengan demikian, mahasiswa tak sebatas dipersiapkan piawai atau cakap dengan pola pikir ilmiah melalui ukuran indeks prestasi kumulatif (IPK) tinggi.

Lebih dari itu, mereka butuh bersentuhan dengan banyak kegiatan intrakampus untuk mengasah serta membentuk karakter atau jatidiri. ”Kami memang meminta mahasiswa tidak sekadar jadi ‘kupu-kupu’di kampus.

Itu semacam idiom yang menggambarkan aktivitas civitas academica yang datang ke kampus hanya untuk kuliah, lalu pulang. Esok harinya, demikian lagi; kuliah pulang, kuliah pulang (‘kupu-kupu’), dan seterusnya,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Harsoyo, kemarin.

Menurut dia, kampus menyediakan banyak sarana untuk memenuhi hasrat akademis sekaligus nonakademis. Misalnya mendorong unit kegiatan mahasiswa (UKM) untuk menujukkan taringnya.

UKM tak boleh sekadar organisasi papan nama tanpa sedikit pun menyelenggarakan kegiatan untuk memupuk jiwa berorganisasi. Organisasi mahasiswa di dalam kampus itu, juga menyediakan banyak ruang untuk menyalurkan hobi dan mengasah kreativitas. ”Ada UKM seni, olah raga, dan lain-lain.

Tinggal pilih, menyesuaikan talenta dan keinginan masingmasing,” imbuh dia. Untag memiliki UKM sebagaimana kampus lainnya; dari resimen mahasiswa, pecinta alam, paduan suara, hingga olahraga. Dorongan kuat kampus menjadikan UKM tak pernah sepi peminat.

Kaderisasi anggota selalu terjadi setiap tahun. UKM olahraga, contohnya, memiliki sejumlah atlet andalan. Taekwondoinnya pernah maju di ajang SEAGames serta kejuaraan tingkat dunia.

Fransisca Valentina merebut medali emas sebagai tim Olympic Mahasiswa 2011 dan medali emas SEA Games pada tahun yang sama. Selanjutnya, tahun taekwondoin Aprilliandy FN Rawung memenangi medali emas kejuaraan terbuka di Korea Selatan.

Lalu, juara I senior 58 putra dan best player senior putra pada kejuaraan tingkat nasional Bupati Sleman Cup 2016. Di level provinsi dan nasional, 15 atlet taekwondo Untag menempati posisi terbaik.

Aprilliandy FN Rawung menyatakan menjadi suatu kehormatan ketika mempersembahkan yang terbaik bagi almamater. Ia masih ingin memperbanyak prestasi untuk kampus yang dia banggakan. Umurnya yang baru 20 tahun memungkinkan mendulang banyak penghargaan.

Rektor Suparno menegaskan, pihak kampus mendorong mahasiswanya menyeimbangkan kemampuan akademis dan nonakademis. Selain cerdas dari sisi keilmuan, mereka butuh diperkuat kemampuannya di bidang seni, olahraga, atau lainnya. ”Itu juga untuk mengasah keterampilan tambahan, istilahnya yaitu soft skill,” tandas dia.

Sekretariat Prodi

  • Jl. Pemuda No. 70 Semarang 50133
  • Telp/Fax 024 – 86400797.  
  • Email pdih@untagsmg.ac.id
  • Hari/Jam kerja : Senin s/d Sabtu
  • Waktu: Setiap jam kerja

Kontak Person

  • Dr. Mashari, SH., MHum       (081390887335)
  • Dr. Sri Mulyani, SH., MHum  (081226870968)

Rekening

No. rekening: BNI 0888170845
an. PDIH UNTAG SEMARANG

Data Kunjungan

Hari iniHari ini37
KemarinKemarin153
Minggu iniMinggu ini1022
Bulan iniBulan ini3319
TotalTotal69928